REMAHAN RAMADHAN (2)


 

Sejatinya, Ramadhan mengajarkan kedewasaan bagi kita. Lihat saja ayat-ayat tentang Puasa dan Ramadhan.

Al Baqarah 183 menjadi dasar kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. Yang wajib berpuasa bukan anak kecil, tapi orang yang sudah baligh. Ini jelas menunjukkan adanya suatu tingkat kedewasaan secara jasmaniah.

Al Baqarah 184 mengajarkan kedewasaan dalam hal kemampuan untuk memilih mana yang lebih baik bagi diri kita. Juga diajarkan untuk bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban. Jika kewajiban tidak bisa dipenuhi karena sesuatu hal, apa yang bisa dilakukan untuk menggugurkan kewajiban itu? Kewajiban tetaplah harus dikerjakan, bukan ditinggalkan begitu saja tanpa merasa bersalah!

Al Baqarah 185 mengandung pesan untuk menuntaskan pekerjaan, menyelesaikan kewajiban, baru merayakan kemenangan. Bagi bocah, bertakbir seperti takbir hari raya di tengah bulan Ramadhan mungkin dianggap asyik atau bahkan hebat. Tapi bagi yang sudah dewasa, hendaknya tidak ikut-ikutan karena para Ulama melarangnya.

Al Baqarah 186 menunjukkan adanya hak dan kewajiban. Untuk memperoleh hak, penuhi dulu kewajiban!

Al Baqarah 187. Nah, ini termasuk cerita dewasa. Ga perlu dibahas panjang x lebar = luas. Ayatnya tegas dan jelas.

Jadi, Puasa dan Ramadhan mengajarkan dan melatih kita untuk tumbuh dewasa. Selewat Ramadhan ini, kita makin dewasakah?

Kata para motivator, semua orang menjadi tua, dan sebagian menjadi dewasa. Maka kembali kepada kita. Mau pilih menjadi tua atau menjadi dewasa?

 

/Tto

 

#RemahanRamadhan
#CeritaLucuIslami
#HumorIslami
#InspirasiIslami
#IslamdenganSenyuman
#KISAHLUCUISLAMI
#NgajiSantai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAK BAONG NGEMSI

SI AMAT BIANG KURAP

DARI RESAH KE RESAH