DARI RESAH KE RESAH
Kubaca kembali kisah-kisah Imat dan Amat di blog, Postingan lawas dari beberapa tahun lalu. Mulanya aku tidak menyangka akan bisa menuliskan cerita ringan seperti. Tapi cukup puas juga membacanya di blog seperti ini. Dulu, aku menuliskan kisah itu berawal dari ketidakpuasanku terhadap narasi-narasi pengumpulan ziswaf. Narasinya kebanyakan senada-seirama. Aku ingin sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tidak disangka-sangka. Makanya aku tuliskan kisah Imat-Amat. Meski tidak langsung merujuk pada proposal pengumpulan dana ziswaf, namun biasanya di ujung kisah, aku cantumkan nomor rekening LAZ. Barangkali saja ada yang terajak untuk berderma. Aku mendesah perlahan. Setahun belakangan ini aku merasa tidak lagi mampu menuliskan kisah-kisah seperti itu. Barangkali karena kisah semacam itu sudah terlalu biasa buatku. Sudah kurang daya tariknya. Jadi nampaknya sudah waktunya mulai menulis lagi. Barangkali dengan gaya yang berbeda, atau tokoh yang berbeda. Bismillah… Sebagian kisah Imat, Ama...