SENDAL BARU SI AMAT 2
Ilustrasi: ChatGPT Ba’da salat Zuhur, Ustadz Noer menyampaikan TaSik (Taushiyah Singkat) tentang siapa yang lebih berhak menjadi imam shalat . Secara umum Ustadz menjelaskan bahwa yang menjadi ukuran adalah bagusnya seseorang dalam bacaan Al Qur’annya . Jadi yang lebih bagus bacaan Al Qur’annya, dia lebih berhak untuk menjadi Imam. “Jadi, kalau mau nyuruh orang jadi Imam shalat, lihat-lihat dulu. Mana yang lebih bagus, dia lebih berhak jadi Imam,” demikian Ustadz Noer menyimpulkan isi Taushiyahnya. Amat segera mengangkat tangan, “Ustadz,” kata Amat. “Kalau ade pilihan antara ane sama Wak Baong , berarti ane yang jadi Imam, yak?” Bukan cuma Ustadz Noer, jemaah semua juga melongo mendengar pertanyaan yang setengah bernada pernyataan dari Amat. Sementara Wak Baong yang namanya disebut-sebut mulai panjang lehernya. “Kenape bisa begitu, Am?” tanya Ustadz Noer. “Kan punya ane lebih bagus dari Wak Baong, Ustadz” Jawab Amat tenang. “Maksudnye, ape, nih?” tanya Ustadz Noer lagi tidak mengerti...