DARI RESAH KE RESAH
Kubaca kembali kisah-kisah Imat dan Amat di blog, Postingan lawas dari beberapa tahun lalu. Mulanya aku tidak menyangka akan bisa menuliskan cerita ringan seperti. Tapi cukup puas juga membacanya di blog seperti ini.
Dulu, aku menuliskan kisah itu berawal dari ketidakpuasanku terhadap
narasi-narasi pengumpulan ziswaf. Narasinya kebanyakan senada-seirama. Aku
ingin sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tidak disangka-sangka. Makanya aku
tuliskan kisah Imat-Amat. Meski tidak langsung merujuk pada proposal pengumpulan
dana ziswaf, namun biasanya di ujung kisah, aku cantumkan nomor rekening LAZ.
Barangkali saja ada yang terajak untuk berderma.
Aku mendesah perlahan. Setahun belakangan ini aku merasa
tidak lagi mampu menuliskan kisah-kisah seperti itu. Barangkali karena kisah
semacam itu sudah terlalu biasa buatku. Sudah kurang daya tariknya. Jadi nampaknya
sudah waktunya mulai menulis lagi. Barangkali dengan gaya yang berbeda, atau
tokoh yang berbeda.
Bismillah…
Sebagian kisah Imat, Amat dan kawan-kawan telah diunggah di blog:
https://blog.pks.id/2021/04/kisah-imat-amat-istighfar-di-trotoar.html
https://blog.pks.id/2021/05/imat-amat-berebut-kerjaan-bergaji-super.html
https://blog.pks.id/2021/05/rajin-pangkal-rejeki.html
https://blog.pks.id/2021/05/till-death-reunite-us-in-heaven.html
https://blog.pks.id/2021/06/amat-ga-ikut-nyumbang.html
https://blog.pks.id/2021/06/acara-malam-jumat-amat.html?m=1
https://blog.pks.id/2021/06/amat-berdoa-pengen-dapat-kerjaan-di.html?m=1
https://blog.pks.id/2021/06/imat-amat-belajar-ikhlas-dari-haji-murat.html
https://blog.pks.id/2021/06/imat-amat-akhirnya-yakin-covid-19-bukan.html?m=1
Komentar