Postingan

TAHUN BARU, FLEXING BUKU

Gambar
Flexing alias Pamer seringkali dianggap memiliki konotasi negatif karena cenderung mempertontonkan kemewahan-kekayaan yang dimiliki. Tapi, Uda Akmal Nasery Basral, seorang budayawan dan penulis, sebagaimana disampaikan dalam channel youtubenya¹, berpendapat ada flexing yang positif, yaitu flexing buku. Positifnya menurut beliau adalah dari sisi pengarang dan penerbit buku. Bagian dari advertensi buat mereka tentunya. Buat saya, sebagai pembaca, masih ada segi positifnya juga. Diantara segi positifnya adalah untuk tahadduts bin ni’mah , mengumumkan kepada khalayak tentang nikmat yang diterima. Soalnya, bisa membaca sebuah buku adalah kenikmatan buat saya.  Selain itu, flexing buku juga berguna untuk menarik teman-teman lain yang sudah membaca buku agar bisa saling berbagi manfaat yang diperoleh dari buku yang sudah dibaca, sekaligus menyemangati teman-teman yang belum membacanya. Ayo membaca! Nah, momen Tahun Baru Hijriyah seperti saat ini ada baiknya flexing buku tentang hijrah. Ad...

Amat Kepengen Nasi Kebuli

Semenjak 'Ashar, Amat sudah memprovokasi Imat agar nantinya Shalat Maghrib di Masjid Al Abror. Mulanya dengan bujukan normatif. "Nanti shalat Maghrib di Al Abror aja, bro. Jemaahnya kan lebih banyak, jadi pasti pahalanya lebih banyak." bujuk Amat. Imat cuma nyengir. Dia sudah menduga ada sesuatu dibalik ajakan itu. "Lah, ane ga bisa. Ane ada kewajiban di Mushola sini. Ane mesti nyiapin sarana shalat. Lagi juga nanti malam kan bakal ada pembukaan pengajian. Ente ga jadi ngaji, nanti?" Amat agak mencibir sebelum menjawab, "Ane cari yang banyakan pahalanya aja." Imat bertanya lagi sembari memancing info, 'Di Al Abror ada pengajian juga?" Amat menganguk, "Iya. Katanya ada pengajian buat bapak-bapak." "Waahhh, asik nih." kata Imat. "Pasti ada hidangannya, dong". Kali ini Amat tersenyum rada segan. "Katanya, biasanya ada snacknya." Amat lalu kembali memprovokasi Imat. "Ayo, deh kita ke sana. Lumayan, kan,...

Aku Kembali

Membongkar-bongkar file lama bukan pekerjaan yang menyenangkan sebetulnya. Ada banyak hal yang rasa-rasanya lebih baik dibiarkan terkubur dalam dekapan waktu. Namun terkadang ada juga harta tak ternilai yang bisa ditemukan kembali. Blog ini, misalnya. Dibuat dengan alamat email yang lama tak digunakan. Tiba-tiba saja dia muncul ke permukaan. Cukup menyita waktu juga untuk menggali kembali jalan masuk ke blog ini. Namun sepertinya waktu yang terpakai tidaklah sia-sia. Jadi, inilah dia. Blognya sudah siap dipakai. Mudah-mudahan bisa menambah kebaikan buat semua. Hai Blog!  Aku telah kembali!

Yang Tersisa Dari Piala Eropa 2008

Apa yang tersisa dari Piala Eropa 2008? Ngantuk, Tumpukan pekerjaan yang tertunda, rasa kesal karena tim jagoannya kalah, atau kegembiraan karena pundi pundi uangnya bertambah saat menang taruhan? Na’udzubillah!! Sebagai muslim, seharusnya kita bias mengambil pelajaran dari fenomena ini. Ada beberapa hal yang bisa kita kaji. Pertama, bahwa untuk mencapai gelar juara, Spanyol harus mengalahkan banyak tim favorit lainnya. Dan ini bukan merupakan perjuangan yang mudah. Bila kita refleksikan dalam kehidupan kita sehari hari, kita akan menemukan banyak kontras. Misalnya kita, atau sebagian dari kita, ingin menjadi kaya dengan cara yang cepat. Makanya perjudian (dalam segala bentunya, termasuk dalam bentuk sms) tetap marak. Undian berhadiah juga sering menjadi motivasi orang untuk memakai atau membeli suatu produk. Belum lagi praktek perdukunan (paranormal) yang menawarkan solusi instan atas pelbagai permasalahan manusia. Ini semua merupakan kontras dengan perjuangan Spanyol dalam meraih gel...