Postingan

DARI GUNDAH MENJADI BUNGAH

Kegundahan menyelimuti seluruh kehidupan Nabi Ibrahim hari-hari itu. Betapa tidak. Anak semata wayang, pusat kecintaan-kebahagiaan hidupnya saat itu, diminta oleh Sang penguasa jagat untuk dikurbankan. Kegundahan terus mencengkeram jiwanya, namun Nabi Ibrahim akhirnya tiba pada sebuah Kesimpulan. Kesadaran akan ketaatan mendorongnya untuk mengambil langkah pasti: dia akan melakukannya! Maka didekatinya anak lelaki yang dicintainya sepenuh langit dan bumi. Secara penuh kehatia-hatian, dikabarkannya perintah teramat berat itu. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa Ibrahim berkata: “… Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu! …” Sebuah pertanyaan teramat berat telah disampaikan. Namun kegundahan tentu semakin berlipat ketika bertemu dengan ketidakpastian saat menantikan sebuah jawaban. Simaklah apa yang Al Qur’an beritakan tentang jawaban Nabi Ismail atas pertanyaan ayahnya yang tercinta: “… Wahai ayahku! Lakukanlah apa yan...

DARI RESAH KE RESAH

Kubaca kembali kisah-kisah Imat dan Amat di blog, Postingan lawas dari beberapa tahun lalu. Mulanya aku tidak menyangka akan bisa menuliskan cerita ringan seperti. Tapi cukup puas juga membacanya di blog seperti ini. Dulu, aku menuliskan kisah itu berawal dari ketidakpuasanku terhadap narasi-narasi pengumpulan ziswaf. Narasinya kebanyakan senada-seirama. Aku ingin sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tidak disangka-sangka. Makanya aku tuliskan kisah Imat-Amat. Meski tidak langsung merujuk pada proposal pengumpulan dana ziswaf, namun biasanya di ujung kisah, aku cantumkan nomor rekening LAZ. Barangkali saja ada yang terajak untuk berderma. Aku mendesah perlahan. Setahun belakangan ini aku merasa tidak lagi mampu menuliskan kisah-kisah seperti itu. Barangkali karena kisah semacam itu sudah terlalu biasa buatku. Sudah kurang daya tariknya. Jadi nampaknya sudah waktunya mulai menulis lagi. Barangkali dengan gaya yang berbeda, atau tokoh yang berbeda. Bismillah… Sebagian kisah Imat, Ama...

HAMPA

Layarku masih kosong. Sudah berjam-jam, tak satu kata pun berhasil kutuliskan. Bukannya tidak ada ide yang mencuat di kepalaku. Tapi tiap kali ada ide datang, dia langsung balik kanan pergi tanpa salam. Tak sempat kutangkap. Tak sempat kucatat. Sementara degup jantungku makin memburu. Detik-detik penyerahan tugas berlari mendekat. Dan layarku masih kosong. Sepertinya, ujian kali ini akan berakhir dengan kegagalan, seperti waktu-waktu yang lalu. Aku pun mendesah. Pasrah. Yaa Rabb, ampuni hamba yang belum mampu merangkai kata-merangkum makna, untuk mengagungkanMu…

TAHUN BARU, FLEXING BUKU

Gambar
Flexing alias Pamer seringkali dianggap memiliki konotasi negatif karena cenderung mempertontonkan kemewahan-kekayaan yang dimiliki. Tapi, Uda Akmal Nasery Basral, seorang budayawan dan penulis, sebagaimana disampaikan dalam channel youtubenya¹, berpendapat ada flexing yang positif, yaitu flexing buku. Positifnya menurut beliau adalah dari sisi pengarang dan penerbit buku. Bagian dari advertensi buat mereka tentunya. Buat saya, sebagai pembaca, masih ada segi positifnya juga. Diantara segi positifnya adalah untuk tahadduts bin ni’mah , mengumumkan kepada khalayak tentang nikmat yang diterima. Soalnya, bisa membaca sebuah buku adalah kenikmatan buat saya.  Selain itu, flexing buku juga berguna untuk menarik teman-teman lain yang sudah membaca buku agar bisa saling berbagi manfaat yang diperoleh dari buku yang sudah dibaca, sekaligus menyemangati teman-teman yang belum membacanya. Ayo membaca! Nah, momen Tahun Baru Hijriyah seperti saat ini ada baiknya flexing buku tentang hijrah. Ad...

Amat Kepengen Nasi Kebuli

Semenjak 'Ashar, Amat sudah memprovokasi Imat agar nantinya Shalat Maghrib di Masjid Al Abror. Mulanya dengan bujukan normatif. "Nanti shalat Maghrib di Al Abror aja, bro. Jemaahnya kan lebih banyak, jadi pasti pahalanya lebih banyak." bujuk Amat. Imat cuma nyengir. Dia sudah menduga ada sesuatu dibalik ajakan itu. "Lah, ane ga bisa. Ane ada kewajiban di Mushola sini. Ane mesti nyiapin sarana shalat. Lagi juga nanti malam kan bakal ada pembukaan pengajian. Ente ga jadi ngaji, nanti?" Amat agak mencibir sebelum menjawab, "Ane cari yang banyakan pahalanya aja." Imat bertanya lagi sembari memancing info, 'Di Al Abror ada pengajian juga?" Amat menganguk, "Iya. Katanya ada pengajian buat bapak-bapak." "Waahhh, asik nih." kata Imat. "Pasti ada hidangannya, dong". Kali ini Amat tersenyum rada segan. "Katanya, biasanya ada snacknya." Amat lalu kembali memprovokasi Imat. "Ayo, deh kita ke sana. Lumayan, kan,...

Aku Kembali

Membongkar-bongkar file lama bukan pekerjaan yang menyenangkan sebetulnya. Ada banyak hal yang rasa-rasanya lebih baik dibiarkan terkubur dalam dekapan waktu. Namun terkadang ada juga harta tak ternilai yang bisa ditemukan kembali. Blog ini, misalnya. Dibuat dengan alamat email yang lama tak digunakan. Tiba-tiba saja dia muncul ke permukaan. Cukup menyita waktu juga untuk menggali kembali jalan masuk ke blog ini. Namun sepertinya waktu yang terpakai tidaklah sia-sia. Jadi, inilah dia. Blognya sudah siap dipakai. Mudah-mudahan bisa menambah kebaikan buat semua. Hai Blog!  Aku telah kembali!

Yang Tersisa Dari Piala Eropa 2008

Apa yang tersisa dari Piala Eropa 2008? Ngantuk, Tumpukan pekerjaan yang tertunda, rasa kesal karena tim jagoannya kalah, atau kegembiraan karena pundi pundi uangnya bertambah saat menang taruhan? Na’udzubillah!! Sebagai muslim, seharusnya kita bias mengambil pelajaran dari fenomena ini. Ada beberapa hal yang bisa kita kaji. Pertama, bahwa untuk mencapai gelar juara, Spanyol harus mengalahkan banyak tim favorit lainnya. Dan ini bukan merupakan perjuangan yang mudah. Bila kita refleksikan dalam kehidupan kita sehari hari, kita akan menemukan banyak kontras. Misalnya kita, atau sebagian dari kita, ingin menjadi kaya dengan cara yang cepat. Makanya perjudian (dalam segala bentunya, termasuk dalam bentuk sms) tetap marak. Undian berhadiah juga sering menjadi motivasi orang untuk memakai atau membeli suatu produk. Belum lagi praktek perdukunan (paranormal) yang menawarkan solusi instan atas pelbagai permasalahan manusia. Ini semua merupakan kontras dengan perjuangan Spanyol dalam meraih gel...